Nama
: Nur Anastatia
Kelas
: 3EA13
NPM
: 15210115
Resensi
1. Pengertian Resensi
Resensi berasal dari bahasa Latin,
yaitu dari kata kerja revidere atau recensere. Artinya melihat kembali,
menimbang, atau menilai. Arti yang sama untuk istilah itu dalam bahasa Belanda
dikenal dengan recensie, sedangkan dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah
review. Tiga istilah itu mengacu pada hal yang sama, yakni mengulas buku.
Tindakan
meresensi dapat berarti memberikan penilaian, mengungkap kembali isi buku,
membahas, atau mengkritik buku. Dengan pengertian yang cukup luas itu, maksud
ditulisnya resensi buku tentu menginformasikan isi buku kepada masyarakat luas
Secara singkat, resensi ialah
suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah hasil karya. Tujuan resensi
adalah menyampaikan kepada para pembaca apakah sebuah buku atau hasil karya itu
patut mendapat sambutan dari masyarakat detil lagi.
Resensi cerpen yaitu sebuah
karangan yang berisi komentar
ataupun pembahasan tentang kualitas,
kelebihan, serta kekurangan sebuah cerpen. kebanyakan Yang dikomentari
pada sebuah cerpen adalah: kualitas
isi, penggunaan bahasa, format serta struktur penyajian, serta manfaat cerpen
tersebut bagi pembaca. Resensi
cerpen yang baik harus mengungkapkan identitas cerpen tersebut yang
terdiri dari judul cerpan, nama
pengarang, pokok isi cerpen, keunggulan cerpen, kelemahan cerpen, serta saran -
saran untuk cerpen tersebut.
2. Langkah-Langkah Meresensi
Ketika
melakukan kegiatan meresensi, hendaklah perhatikan langkah-langkah meresensi
buku sebagai berikut :
1. Penjajakan
atau pengenalan terhadap buku yang diresensi,mulai dari tema buku yang
diresensi, disertai deskripsi isi buku,siapa yang menerbitkan buku itu, kapan
dan di mana diterbitkan, tebal (jumlah bab dan halaman), format, hingga
harga.Siapa pengarangnya: nama, latar belakang pendidikan, reputasi dan
prestasi, buku atau karya apa saja yang ditulis, hingga mengapa ia menulis buku
itu. Buku itu termasuk golongan buku yang mana: ekonomi, teknik, politik,
pendidikan, psikologi, sosiologi, filsafat, bahasa, atau sastra.
2. Membaca buku yang akan diresensi secara komprehensif, cermat, dan teliti.
Peta permasalahan dalam buku itu perlu dipahami secara tepat dan akurat.
3. Menandai bagian-bagian buku yang diperhatikan secara khusus dan menentukan
bagian-bagian yang dikutip untuk dijadikan data.
4.Membuat
sinopsis atau intisari dari buku yang akan diresensi.
5. Menentukan sikap dan menilai hal-hal berikut.
- Organisasi
atau kerangka penulisan; bagaimana hubungan antara bagian yang satu dan
bagian yang lain, bagaimana sistematikanya, dan bagaimana dinamikanya.
- Isi
pernyataan; bagaimana bobot ide, analisis, penyajian data, dan kreativitas
pemikirannya, bahasa; bagaimana ejaan yang disempurnakan diterapkan,
kalimat dan penggunaan kata, terutama untuk buku ilmiah.
- Aspek
teknis; bagaimana tata letak, tata wajah, kerapian dan kebersihan, dan
pencetakannya (banyak salah cetak atau tidak).
Sebelum menilai, alangkah baiknya
jika terlebih dahulu dibuat semacam garis besar (outline) resensi itu. Outline
ini sangat membantu kita ketika menulis, mengoreksi dan merevisi hasil resensi
dengan menggunakan dasar dan kriteria yang kita tentukan sebelumnya.
Daniel Samad
(1997: 7-8) menyebutkan unsur-unsur resensi adalah sebagai berikut:
-Membuat
judul resensi
Judul
resensi yang menarik dan benar-benar menjiwai seluruh tulisan atau inti
tulisan, tidakharus ditetapkan terlebih dahulu. Judul dapat dibuat sesudah
resensi selesai. Yang perlu diingat, judul resensi selaras dengan keseluruhan
isi resensi.
Menyusun
data buku
Data buku biasanya disusun
sebagai berikut:
- Judul buku (Apakah buku itu termasuk buku hasil terjemahan. Kalau demikian,
tuliskan judul aslinya.);
- Pengarang (Kalau ada, tulislah juga penerjemah, editor, atau penyunting
seperti yang tertera pada buku.);
- Penerbit;
- Tahun terbit beserta cetakannya (cetakan ke berapa);
- Tebal buku;
- Harga buku (jika diperlukan).
Membuat pembukaan
- Pembukaan dapat dimulai
dengan hal-hal berikut ini:
- Memperkenalkan siapa pengarangnya, karyanya berbentuk apa saja, dan prestasi
apa saja yang diperoleh;
- Membandingkan dengan buku sejenis yang sudah ditulis, baik oleh pengarang
sendiri maupun oleh pengarang lain;
- Memaparkan kekhasan atau sosok pengarang;
- Memaparkan keunikan buku;
- Merumuskan tema buku;
- Mengungkapkan kritik terhadap kelemahan buku;
- Mengungkapkan kesan terhadap buku;
- Memperkenalkan penerbit;
- Mengajukan pertanyaan;
- Membuka dialog.
Tubuh atau isi pernyataan
resensi buku
Tubuh atau isi pernyataan
resensi biasanya memuat hal-hal di bawah ini:
a. sinopsis atau isi buku secara bernas dan kronologis;
b. ulasan singkat buku dengan kutipan secukupnya;
c. keunggulan buku;
d. kelemahan buku;
e. rumusan kerangka buku;
f. tinjauan bahasa (mudah atau berbelit-belit);
g. adanya kesalahan cetak.
Penutup resensi buku
Bagian penutup, biasanya berisi buku itu penting untuk
siapa dan mengapa.
3. Fungsi Resensi
Resensi buku mempunyai berbagai fungsi. Hal ini
bergantung pada siapa yang menggunakannya. Dilihat dari subyek penggunanya,
Saryono (1997:58—59) membagi menjadi empat fungsi resensi, yaitu (1) fungsi
resensi bagi penulis buku, (2) fungsi resensi bagi penerbit, (3) fungsi resensi
bagi penerbit media massa, dan (4) fungsi resensi bagi pembaca khusus dan umum.
Pertama, bagi penulis, resensi buku dapat
berfungsi untuk mendapatkan balikan dan saran tentang buku yang ditulisnya,
memperoleh sejauh mana sambutan masyarakat terhadap buku yang ditulisanya, dan
penerimaan atas buku yang ditulisnya.
Kedua, bagi penerbit, resensi buku berfungsi
untuk memperkenalkan buku-buku yang diterbitkannya, memperhatikan sambutan dan
penerimaan masyarakat atas buku yang diterbitkannya (unsur promosi), dan
mendapatkan balikan dan saran demi kebaikan buku yang diterbitkannya.
Ketiga, bagi penerbit media massa, resensi buku dimanfaatkan sebagai
berita khas yang memberikan informasi cukup cermat, teliti, memadai, dan
menarik pembaca.
Keempat,
para pembaca khusus memanfaatkan resensi untuk medium dalam menguji atau
mengembangkan suatu topik atau masalah. Sementara itu, para pembaca umum
menggunakan resensi sebagai sumber informasi dan panduan tentang buku-buku yang
baik dan tidak, buku-buku yang perlu atau layak dibeli, dan buku-buku yang
isinya patut diikuti atau diperhatikan.
Sementara itu, Samad (1997:2) berpendapat
mengenai fungsi resensi dari dua segi, yaitu segi peresensi dan pembaca. Dari
segi peresensi, manfaat resensi buku, yaitu
(1) memberikan informasi atau pemahaman yang
komprehensif tentang apa yang tampak dan terungkap dalam sebuah buku dan
(2) mengajak pembaca untuk memikirkan,
merenungkan, dan mendiskusikan lebih jauh fenomena atau problem yang muncul
dalam sebuah buku.
Dari segi pembaca, guna resensi di antaranya (1)
memberi pertimbangan apakah sebuah buku pantas untuk dibaca atau dimiliki, (2)
menjawab pertanyaan yang timbul ketika melihat buku baru terbit, seperti siapa
pengarangnya, mengapa ia menulis buku? Apa pernyataannya? Bagaimana hubungannya
dengan buku-buku yang sejenis karya pengarang sama? Dan bagaimana hubungannya
dengan buku-buku sejenis yang dihasilkan pengarang lain?, (3) mendapatkan
bimbingan dalam memilih buku, dan (4) mendapat informasi dengan mengandalkan
resensi jika tidak ada waktu untuk membaca bukunya.
Selain mempunyai berbagai manfaat, resensi juga
memiliki kelebihan bila dibandingkan dengan tulisan lain seperti berita,
artikel, dan feature. Resensi lebih tahan lama atau tidak basi. Maksud
pernyataan ini adalah jika seorang peresensi mengirimkan resensinya ke redaksi
media massa
atau majalah lalu dikembalikan oleh redaksi, resensi ini masih dapat dikirim ke
media lain. Buku yang diresensi pun tidak harus yang baru terbit, minimal buku
yang terbit setahun yang lalu.
Kelebihan berikutnya adalah dengan menulis
resensi akan dapat menambah pengetahuan, wawasan berpikir, dan mengasah daya
kritis. Dengan meresensi buku lalu mengirimkannya ke redaksi media massa dan dimuat, maka
seseorang akan menerima honor pemuatan. Kelebihan tersebut dapat menjadi
motivasi bagi para siswa untuk mengasah kemampuan dalam menulis resensi.
Tujuan resensi adalah sebagai berikut :
- Memberikan informasi atau pemahaman yang komprehensif (mendalam) tentang apa
yang tampak dan terungkap dalam sebuah buku.
- Mengajak pembaca untuk memikirkan, merenungkan, dan
mendiskusikan lebih jauh fenomena atau problema yang muncul dalam sebuah buku.
- Memberikan pertimbangan kepada pembaca apakah buku itu
pantas mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak.
4. Contoh Resensi
Resensi novel
Judul : Bunga Cantik di Balik
Salju
Penulis : Titik Andarwati
Penerbit : Diva Press
Dimensi : 14 cm x 20 cm
Tebal : 458 halaman
- Sinopsis novel
Di usia yang masih sangat muda, 19 tahun, Lana telah memutuskan untuk
mengasuh Denniz, anak dari sahabatnya yang meninggal sewaktu melahirkan.
Ayah si bayi sendiri, Brian, tidak mau mengakui anaknya. Pertentangan dari
keluarga Lana jelas terjadi walau akhirnya mereka menerima Denniz dan
membantu merawatnya.
Hidup yang berat bagi Lana. Di usianya yang ke-25, dia memutuskan untuk
tinggal sendiri bersama Denniz dan membiayai sendiri hidupnya dengan
bekerja sebagai staf pengajar pada sebuah lembaga pendidikan asing.
Memiliki Denniz selama 6 tahun membuat Lana kebal saat orang-orang
menatapnya dengan kagum, iba, sinis, ataupun jijik saat Denniz
memanggilnya “mama”. Semua itu tidak mengubah apa pun, dia tetap mencintai
Denniz dan menganggap keputusannya untuk mempertahankan Denniz adalah
keputusan terhebatnya.
Cintanya kepada Denniz menjadikan dirinya mengabaikan kebutuhan dirinya
sendiri, termasuk kebutuhan akan seorang laki-laki yang seharusnya mulai
ia pikirkan untuk mendampingi hidupnya kelak.
Hingga suatu hari, hadirlah sosok Dhimas, laki-laki keren dan pujaan
banyak wanita memasuki kehidupan Lana. Dhimas yang hanya mengetahui bahwa
Lana adalah seorang Ibu dengan satu anak menerima Lana apa adanya, seburuk
apapun masa lalu Lana tanpa ia tau keadaan yang sebenarnya.
Namun tidak semudah itu untuk Lana menerima Dhimas sebagai pendamping
hidupnya, serta menjadi pabrik figur seorang Ayah untuk Denniz. Butuh
pertimbangan yang tidak sedikit untuk hal itu, hingga ia memutuskan untuk
menerima Dhimas sebagai Suaminya.
Akhirnya, Lana menerima Dhimas, dan mereka segera menikah. Hingga suatu
ketika Dhimas mempertemukan Lana dengan keluarga besar Dhimas, terbukalah
rahasia besar bahwa sebenarnya Lana belum pernah melahirkan seorang anak
dan membuat Dhimas sangat terkejut.
Lana dan Dhimas akhirnya resmi menikah.
- Unsur
Intrinstik Novel
- Tema
- Seorang
wanita yang kuat dan tegar, memiliki hati yang baik untuk merawat
seorang bayi sahabatnya ketika ia sendiri masih sangat muda.
- Perjuangan
hidup seorang wanita yang mandiri.
- Wanita
yang mengagumkan, rela dicap 'tidak benar' oleh tetangga-tetangganya
demi merawat Denniz.
- Tokoh
- Tokoh
Utama : Maulana Andara Restu
- Tokoh
Kedua : Denniz
- Tokoh
Ketiga : Dhimas Mahesa
- Tokoh
Pembantu : Megan, Fany, Dhyas, Yudha, Rindra, Pak Sinclair, Ruben, Yudha,
Brian
- Tokoh
Piguran : Pak Rudi, Bu Rina, Hendra, Diki, Anggra, H. Bakrie, Emi
- Penokohan
:
- Maulana
Anadara Restu : Sosok perempuan yang kuat dan tegar, keinginannya untuk
mandiri sejak muda, dan sangat menyayangi Emi sahabatnya yang telah
meninggal, juga sangat menyayangi anak angkatnya yaitu Denniz.
- Denniz
: Anak kecil yang lucu, pintar, cuek dan manja.
- Dhimas
Mahesa : Sosok laki-laki tampan, cuek dan mapan. Ia sangat menyayangi
Denniz dan Lana.
- Penokohan
lainnya.
- Alur
Alur maju mundur, dimana novel menceritakan keadaan Lana saat itu
kemudian harus kembali kepada masa lalu untuk menjelaskan alasan mengapa
Lana akhirnya membesarkan Denniz sebagai seorang Ibu. Dan akhirnya
kembali maju dengan menceritakan Lana dan Dhimas akhirnya menikah.
- Sudut
Pandang
Sudut pandang orang pertama
- Amanat
:
- Tidak
ada anak yang dilahirkan dengan keadaan haram. Perbuatan orang tuannya
lah yang haram.
- Karena
aku mencintai kamu. Perempuan akan lebih bisa bertahan kalau dia
dicintai daripada harus mencintai. Dan aku mencintai kamu.
- Dandelion
adalah bunga liar yang kuat. Bahkan, saat tumbuhan lainnya mati,
dandelion tetap hidup. Menahun. Dandelion bisa hidup di mana saja
asalkan ada sinar matahari. Di sela-sela batu, di dekat rel kereta api,
ataupun di retakan-retakan trotoar pun ia bisa hidup. Dan, aku pun ingin
seperti itu. Hidup seperti dandelion.
- Jadilah
diri sendiri dan selalu bersyukur tentang apa yang sudah Tuhan berikan.
- Keunggulan
dan kelemahan novel
- Keunggulan
Novel
- Novel
ini mengajarkan kita akan apa arti tegar, kuat, mandiri dan cantik
sebenarnya
- Sebuah
bacaan menarik yang sangat inspiratif
- Kata-katanya
mudah dipahami
- Pewatakan
tokoh mudah dipahami dan digambarkan secara jelas
- Alur
cerita mudah dipahami meski alur maju mundur, dan alur tersebutlah yang
membuat kita menjadi semakin penasaran.
- Kelemahan
Novel
- Halaman
novel cukup tebal.
- Ada beberapa sesi
cerita yang cukup panjang dan sedikit membosankan karena intinya sama
saja.
- Kesimpulan
Novel ini pantas dibaca untuk siapa saja, terutama untuk wanita. Sesuai
konsep nya yang inspirasional, novel ini memberikan kita banyak inspirasi,
pesan dan kesan yang dapat mengalir hingga ke lubuk hati dan pikiran.
Sebuah novel yang mudah dipahami karena menggunakan bahasa yang sederhana.
Resensi Novel Perahu Kertas
Judul Buku: Perahu
Kertas
Penulis: Dee (Dewi Lestari)
Penerbit: Bentang Pustaka dan Truedee Pustaka Sejati
Tahun Terbit: 2012, Juli; cetakan ke-15
Jumlah Halaman: 444 halaman
Tak satu pun di antara kita bisa mengatur apa yang akan terjadi nanti, hari
ini, atau besok. Termasuk pertemuan kecil antara Kugy dan Keenan. Dua manusia
beda karakter itu tak menyadari, banyak hal-hal ajaib menanti setelah pertemuan
tersebut.
Diceritakan, Kugy adalah gadis mungil yang hobi berkhayal. Dia sangat suka
menuliskan dongeng ciptaannya yang bagi orang lain merupakan hobi tak lazim.
Belum lagi kegemarannya menulis surat
kepada Dewa Neptunus. Surat
tersebut dilipat menjadi perahu kertas dan dihanyutkan di sungai atau laut.
Kugy menganggap dirinya seorang agen Neptunus.
Sedangkan Keenan digambarkan sebagai sosok yang cerdas. Kesukaannya di bidang
melukis tidak mendapat restu dari ayahnya. Dia justru diarahkan ke bidang
bisnis untuk meneruskan perusahaan ayahnya. Berdua, Kugy dan Keenan menjalin
persahabatan. Mereka berbagi mimpi dan saling mendukung. Acara nonton bareng
atau makan sepulang kuliah jadi rutinitas wajib bersama dua sahabat mereka,
Noni dan Eko. Perasaan berbeda mulai muncul di antara Keenan dan Kugy. Namun,
mereka berdua memilih menyimpan perasaan tersebut. Apalagi, saat itu Kugy sudah
punya pacar.
Konflik mulai muncul di sini. Karena kesalahpahaman, persahabatan Noni dengan
Kugy nyaris dikorbankan. Selain itu, ada saja hal-hal yang menghalangi perasaan
Keenan dan Kugy. Keduanya harus terpisah beberapa waktu.
Ikuti Jejak si Agen Neptunus Meraih Kebahagiaan
Yakin dengan Kata Hati
Karena hanya bersama kamu, segalanya terasa dekat, segala sesuatunya ada,
segala sesuatunya benar. Dan Bumi hanyalah sebutir debu di bawah telapak kaki
kita.
Bait tersebut adalah potongan puisi Kugy untuk Keenan di salah satu bagian
Perahu Kertas. Rasanya, memang tidak ada yang salah dengan usaha menggapai
mimpi. Para bookaholic sepakat bahwa hidup
berasal dari mimpi.
Wildan Bagus Aditya, Merlin Dwi Yunaniar, Anisah Fathinah, Gadhis Richi Andita,
dan Yanuar Satria Putra kagum dengan jalan yang berani diambil Kugy serta
Keenan untuk mempertahankan impian mereka.
Cerita yang dimulai dengan pertemuan Kugy dan Keenan tersebut membuat para
bookaholic ikut tersenyum dalam diskusi sore itu. “Salut sama Kugy. Sebagai
cewek, dia sama sekali nggak jaim. Bener-bener tipikal cewek yang unik.
Berantakan, tapi cantik,” ujar Adit, sapaan akrab Aditya, membuka percakapan.
Ucapan Adit tersebut langsung mendapat respons dari Merlin Dwi Yunaniar atau
yang akrab disapa Merlin. “Menurut aku, Kugy sama Keenan sama-sama unik.
Bayangin aja, kok bisa gitu ya. Keenan klop sama Kugy yang ngaku-ngaku bahwa
dia adalah agen Neptunus. Hehehe,” ujar Merlin sembari membayangkan wujud tokoh
Keenan dalam dunia nyata.
Jalan cerita novel ini, menurut Gadis (panggilan Richi Gadis Andita) selalu
menarik. Setelah membaca, rasanya enggan untuk meletakkan Perahu Kertas. Pengin
langsung dibaca sampai habis. “Komplet soalnya. Kami bisa tertawa ngikutin
kekocakan si Kugy. Kami bisa ikut terharu waktu Kugy dan Keenan harus merelakan
impian mereka. Rasanya pasti sedih banget, tuh,” kata Gadis.
Anisah mengungkapkan, perasaan sebel juga ikut muncul gara-gara ulah Wanda yang
sengaja membohongi Keenan demi bisa bersama Keenan. Wanda terkesan menghalalkan
segala cara. “Aduh, jangan sampai jadi orang kayak Wanda,” tukas Anisah sebal.
Teman-teman yang lain juga setuju dengan Anisah. “Tapi, kadang-kadang kan, kalau sudah masalah
perasaan, logika bisa terabaikan,” ujar Anisah.
Ada banyak
pelajaran yang bisa diambil bookaholic dari Perahu Kertas. Semangat,
perjuangan, dan kerja keras adalah hal yang tak terlewatkan. Lembar demi lembar
novel ini membuat bookaholic terhanyut dengan kisah cinta Kugy dan Keenan.
“Sayang, ending-nya kok kurang nendang ya? Gampang ketebak gimana akhir
ceritanya,” ujar Yanuar. “Aku kira, bakal ada sesuatu yang beda atau kejutan,”
lanjutnya.
Adit sepakat dengan Yanuar. Menurut dia, dia sudah bisa menebak kisah Kugy dan
Keenan bakal berakhir happy ending. “Nggak apa-apa happy ending, tapi jalan
yang mereka lalui kan
nggak gampang. Prosesnya itu lho yang bisa mengocok emosi kita,” ucap Adit.
Merlin, Gadis, dan Anisah mengangguk penuh semangat. “Itu namanya jodoh nggak
lari kemana. Kayak salah satu quote-nya, jalan kita berputar, tapi suatu hari
kita jadi diri sendiri. Tergapai deh semua cita-cita mereka,” papar Merlin.
Setelah membaca Perahu Kertas, bookaholic jadi terinspirasi. Mereka bertekad
kuat meraih impian masing-masing. “Intinya, nggak boleh menyerah,” seru mereka.
Resensi
Cerpen
Judul:
Tak lari cinta kukejar
Pengarang:
Haryanto Dimas
Tahun: 1996
Cerpen ini merupakan cerpen kesekian karya
Haryanto Dimas. Tak Lari Cinta Kukejar adalah sebuah bentuk kisah
nyata yang pernah dialami penulis yang dituangkan dalam bentuk cerpen. Cerpen
ini mampu memikat para penggemar karya - katya Haryanto Dimas karena terlihat
dari dimuatnya cerpen ini dalam buku kumpulan cerpen cinta yang ditulis oleh
Haryanto Dimas juga. Cerpen ini menceritakan tentang sebuah kisah cinta anak
kuliahan yang mendapat banyak sekali tantangan dan masalah. Mulai dari tidak
adanya restu dari orang tua hingga perbedaan status sosial yang cukup menjadi
beban bagi pasangan ini.
Berbeda dengan cerpen - cerpen cinta karangan Haryanto Dimas sebelumnya, cerpen
ini memuat banyak sekali kisah - kisah melankolis yang tentu saja bisa menguras
perasaan serta air mata pembacanya. Alur cerita yang runtut seolah - olah
membawa pembaca ikut menyaksikan secara langsung semua kisah cinta nan haru
biru pada cerpen ini. Dan ini sangat berbeda dengan cerpen - cerpen Haryanto
Dimas yang sebelumnya yang terkenal energik, ceria , serta berjiwa muda.
Banyak sekali hal - hal positif yang bisa diambil dari cerpen ini. Diantaranya
yaitu: kesetiaan, kegigihan, serta pantang menyerah menghadapi segala
rintangan. Namun demikian, cerpen ini juga menuai beberapa kritik dari para
pembacanya. Diataranya: hilangnya ciri khas karya Haryanto Dimas serta terlalu
melankolisnya isi cerpen ini sehingga membuat cerpen ini menjadi tampak cengeng
dimata para pembacanya
http://kumpulanilmu2.blogspot.com/2012/11/contoh-resensi-cerpen.html
http://kumpulanilmu2.blogspot.com/2012/12/pengertian-resensi.html