Senin, 12 November 2012

Perilaku Konsumen Softskill bab 5

Nur Anastatia
15210115/3ea13



Bab 5

SUMBERDAYA KONSUMEN DAN PENGETAHUAN

1.     Pengertian sumber daya ekonomi
Potensi sumber daya ekonomi atau lebih dikenal dengan potensi ekonomi pada dasarnya dapat diartikan sebagai sesuatu atau segala sesuatu sumber daya yang dimiliki baik yang tergolong pada sumberdaya alam (natural resources/endowment factors) maupun potensi sumberdaya manusia yang dapat memberikan manfaat (benefit) serta dapat digunakan sebagai modal dasar pembangunan ekonomi yang ketergantungan terhadap sumberdaya secara struktural harus bisa dialihkan pada sumber daya alam lain.
Misalnya
Penggunaan energi sinar matahari, panas bumi, atau gelombang laut termasuk angin, akan dapat mengurangi ketergantungan manusia terhadap sumberdaya alam yang tidak dapat diperbarui.
Sumberdaya alam yang tidak dapat diperbarui (non-renewable or exhaustible resources). Jenis sumber daya ini pada dasarnya meliputi sumber daya alam yang mensuplai energi seperti minyak, gas alam, uranium, batubara serta mineral yang non energi. Sumberdaya alam jenis ini bisa habis baik karena sifatnya yang tidak bisa diganti oleh proses alam maupun karena proses penggantian alamiahnya berjalan lebih lamban dari jumlah pemanfaatannya.
Sumber daya alam yang potensial untuk diperbarui (potentially renewable resources). Kategori sumberdaya alam ini tergolong sumberdaya alam yang bisa habis dalam jangka pendek jika digunakan dan dicemari secara cepat, namun demikian lambat laun akan dapat diganti melalui proses alamiah
Sumberdaya alam ini keberadaannya harus dimanfaatkan seoptimal mungkin dalam kerangka untuk mendorong, mempercepat dan menunjang proses pembangunan wilayah (daerah).
Namun demikian penting untuk diperhatikan aspek ketersediaan termasuk daya dukungnya terhadap mobilitas pembangunan daerah, karena apabila sumberdaya alam dengan 3 kategori ini dimanfaatkan dengan tidak bijaksana dan baik maka akan menimbulkan stagnasi dan kemunduran dinamika pembangunan ekonomi akan semakin cepat menjelma atau merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindarkan.
Disamping komponen sumberdaya alam, pada saat ini peranan sumberdaya manusia (human resources) dalam konteks kegiatan pembangunan ekonomi termasuk pembangunan ekonomi daerah (wilayah) semakin signifikan.
Faktor sumber daya manusia ini telah menghadirkan suatu proses pemikiran baru dalam teori-teori pembangunan ekonomi, yang menempatkan sumberdaya manusia sebagai poros utama pembangunan ekonomi baik dalam skala global, nasional maupun daerah.
Strategi pembangunan ekonomi yang berbasis pada pengembangan sumberdaya manusia (human resources development) dianggap sangat relevan dan cocok dengan kondisi dan karakter pembangunan ekonomi terutama di negara-negara berkembang.
Strategi pembangunan ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang pakar perencanaan pembangunan ekonomi berkebangsaan Pakistan yang bernama Mahbub Ul Haq yang pada saat itu menjadi konsultan Utama United Nation Development Programme (UNDP).
Mahbub Ul Haq berpendapat bahwa pengembangan sumberdaya manusia harus dijadikan landasan utama dalam kebijakan pembangunan ekonomi di negara-negara sedang berkembang, dan hal ini dianggap penting mengingat ketertinggalan negara-negara berkembang terhadap negara-negara industri maju dalam tingkat kesejahteraan ekonomi seperti kualitas dan standar hidup hanya akan dapat diperkecil manakala terjadi peningkatan yang sangat signifikan dalam pengembangan kualitas sumberdaya manusia.
Dari pola pemikiran seperti diatas maka takaran peranan sumberdaya manusia dalam proses pembangunan ekonomi dalam konteks untuk mengurangi kesenjangan pembangunan ekonomi pada dasarnya harus dilihat dari aspek peningkatan kualitasnya.
Dengan kualitas sumberdaya manusia yang semakin meningkat, akan dapat mendorong peningkatan produktivitas ekonomi sekaligus sebagai modal dasar untuk memacu pertumbuhan ekonomi.Bagi kebayakan negara-negara yang tingkat pembangunan ekonominya sudah tergolong lebih maju, produktivitas sumberdaya manusia secara teknis telah dijadikan sebagai instrumen terpenting untuk mempertahankan pencapaian laju pertumbuhan ekonomi, sekaligus dalam upaya untuk memperkuat basis struktural perekonomiannya.
Dalam era globalisasi, kualitas sumberdaya manusia yang handal akan sangat membantu suatu negara untuk memenangkan kompetisi atau persaingan dalam perekonomian global sekaligus dapat menjaga eksistensi negara tersebut dalam percaturan dan dinamika perekonomian dunia yang semakin kompetitif.

2.     Sumber Daya Sementara
Waktu merupakan variable yang semakin penting dalam memahami perilaku kegiatan konsumen,karena konsumen mayoritas semakin mengalami kemiskinan akan waktu.namun demikian ada Barang yang Menggunakan Waktu yang sangat pribadi yaitu waktu senggang.
Berikutnya sumber daya kognitif produk yang diklasifikasikan menurut sifat waktu konsumen disebut barang waktu atau Time Goods yang terdiri dari:
-       Barang yang menggunakan waktu
Produk yang memerlukan pemakaian waktu dala mengkonsumsinya. Contoh: Menonton TV, Memancing, Golf, Tennis (waktu Senggang) Tidur, perawatan pribadi, pulang pergi (waktu wajib).
-       Barang Penghemat Waktu
Produk yang menghemat waktu memungkinkan konsumen meningkatkan waktu leluasa mereka.
Contoh: oven microwave, pemotong rumput, fast food.
3.     Sumber Daya Kognitif
Sumber daya kognitif adalah kemampuan untuk secara lebih tepat merepresentasikan dunia dan melakukan operasi logis dalam representasi konsep yang berdasar pada kenyataan.
Teori ini membahas munculnya dan diperolehnya skema-skema tentang bagaimana seseorang mempersepsi lingkungannya, dalam tahapan-tahapan perkembangan, saat seseorang memperoleh cara baru dalam merepresentasikan informasi secara mental. Teori ini digolongkan ke dalam konstruktivisme.
Melalui proses penyesuaian tersebut, sistem kognisi seseorang berubah dan berkembang sehingga bisa meningkat dari satu tahap ke tahap di atasnya. Proses penyesuaian tersebut dilakukan seorang individu karena ia ingin mencapai keadaan equilibrium, yaitu berupa keadaan seimbang antara struktur kognisinya dengan pengalamannya di lingkungan.
Seseorang akan selalu berupaya agar keadaan seimbang tersebut selalu tercapai dengan menggunakan proses penyesuaian
Dengan demikian, kognisi seseorang berkembang bukan karena menerima pengetahuan dari luar secara pasif tapi orang tersebut secara aktif mengkonstruksi pengetahuannya.


Selasa, 23 Oktober 2012

Latar Belakang Masalah

Nama : Nur Anastatia
Kelas  : 3EA13
NPM  : 15210115




Latar Belakang Masalah



Pemerintah dewasa ini sedang dituntut melaksanakan pembangunan dan dituntut pula untuk melakukan perubahan di segala bidang. Salah satunya adalah tuntutan kepada masyarakat dan membantu masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dengan sebaik-baiknya.
Dalam era globalisasi saat ini, Indonesia ditantang untuk terus membangun dalam segala bidang demi tercapainya masyarakat yang adil dan makmur. Hal ini sesuai dengan tujuan dari pembangunan nasional yang hakekatnya adalah pembangunan nasional yang seutuhnya berikut masyarakatnya seutuhnya.
Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan sumber daya manusia yang sehat jasmani dan rohani. Maka pemerintah telah berupaya meningkatkan kesehatan melalui penyediaan sarana kesehatan, salah satunya adalah Rumah Sakit.
Perkembangan Rumah Sakit sekarang ini mengalami transformasi besar. Pada perkembangannya Rumah Sakit didirikan umumnya untuk kebutuhan menyehatkan masyarakat dan diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat luas dari semua kalangan dengan sebaik-baiknya.
Rumah Sakit adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang jasa, dimana dalam menjalankan kegiatannya diperlukan tenaga kerja cukup banyak yang menguasai teknologi, alat-alat medis, pelayanan fasilitas dan sarana yang memadai, penyediaan makanan, peralatan serta sistem manajemen admistrasi yang terkoordinasi dengan baik, karena pelayanan dengan mutu atau kualitas yang terbaik akan dipilih oleh para konsumen, apalagi sebagai perusahaan perusahaan yang bergerak dibidang jasa tentunya peningkatan pelayanan merupakan hal yang sangat penting yang harus diperhatikan.

Tema

Nama : Nur Anastatia
Kelas : 3EA13
NPM : 15210115




Tema
Kepuasaan Konsumen Terhadap Pelayanan Rumah Sakit

Menurut WHO (World Health Organization), rumah sakit adalah bagian integral dari suatu organisasi sosial dan kesehatan dengan fungsi menyediakan pelayanan paripurna (komprehensif), penyembuhan penyakit (kuratif) dan pencegahan penyakit (preventif) kepada masyarakat. Rumah sakit juga merupakan pusat pelatihan bagi tenaga kesehatan dan pusat penelitian medik.
Berdasarkan undang-undang No. 44 Tahun 2009 tentang rumah sakit, yang dimaksudkan dengan rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat.
Tugas dan Fungsi Rumah Sakit
Rumah Sakit Umum mempunyai misi memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau oleh masyarakat dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Tugas rumah sakit umum adalah melaksanakan upaya pelayanan kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan penyembuhan dan pemulihan yang dilaksanakan secara serasi dan terpadu dengan peningkatan dan pencegahan serta pelaksanaan upaya rujukan.
Alasan memilih tema “Kepuasaan Konsumen Terhadap Pelayanan Rumah Sakit”
            Rumah sakit merupakan salah satu bisnis dibidang kesehatan yang terus mengalami kemajuan dari masa ke masa. Di penulisan ini saya ingin berbagi informasi mengenai rumah sakit, yang menurut saya pasti akan menjadi kebutuhan konsumen dengan dengan harapan objek rumah sakit yang saya ambil dari beberapa referensi di internetdapat menjadi informasi yang berguna bagi konsumen.
Fenomena :
Fenomena Keruangan Penyakit Menular
Projo Danoedoro
WABAH sindrom pernapasan akut parah (SARS) melanda dunia, dan penyebarannya relatif cepat. Ketika upaya penangkalan dan pengobatannya secara medis masih berlangsung, penyakit ini terus berkembang seiring dengan migrasi manusia antarnegara. Penyakit menular semacam ini tidak mengenal batas teritori administratif.
SEBENARNYA bukan hanya SARS saja yang fenomena penyebarannya menarik perhatian kalangan yang bergelut dengan informasi keruangan (geoinformasi). Hampir semua gejala epidemiologis dalam lingkup regional telah menarik perhatian para ahli geografi dan perencana wilayah sehingga kerja sama dengan para ahli kesehatan diperlukan dalam pengembangan wilayah dan pembangunan kesehatan masyarakat.
Di Amerika Serikat dan Eropa, perhatian ini telah diwujudkan dalam kerja sama nyata antarpakar. Persatuan geografiwan sedunia (International Geographic Union) bahkan sudah lama membentuk satu komisi khusus untuk bidang medical geography. Di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, sejak tahun 1997 telah terbentuk suatu kelompok kerja yang terutama melibatkan Fakultas Kedokteran, Geografi, dan Kedokteran Hewan, dengan nama Penginderaan Jauh untuk Kesehatan (Inderajakes). Kelompok kerja ini telah melaksanakan simposium, proyek penelitian, bahkan pembimbingan skripsi, tesis, dan disertasi doktor bersama-sama.
Beberapa pakar kesehatan lingkungan, misalnya Hollander dan Staatsen (2003) dari Pusat Riset Kesehatan Lingkungan Negeri Belanda, mengelompokkan faktor-faktor penentu kesehatan masyarakat ke dalam empat hal: gaya hidup, lingkungan fisik, lingkungan sosial, serta atribut individual endogen, baik yang bersifat genetik maupun yang diperoleh selama hidup. Dalam perspektif keruangan, pakar-pakar inderaja seperti Lambin (2002), Albert, Gesler dan Levergoods (2000), serta Gatrell (2001) memandang lingkungan fisik dan sosial sebagai faktor kunci dalam memahami pola spasial penyakit dan penularannya.
Projo Danoedoro Dosen Fakultas Geografi UGM, tinggal di Brisbane, Australia.

http://kedaiobatcocc.wordpress.com/2010/05/24/definisi-tugas-dan-fungsi-rumah-sakit-menurut-who/.
http://kesehatanlingkungan.wordpress.com/penyakit-menular/fenomena-keruangan-penyakit-menular/

Jurnal 3

Nama : Nur Anastatia
Kelas : 3EA13
NPM : 15210115



Metode Riset = Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen
Jurnal 3

Judul Jurnal:
Analisis Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan RS Mitra Internasional

Pengarang/Tahun:
Lien Nurwita, 2007.

Latar Belakang:
·         Perkembangan dunia pelayanan kesehatan mengalami kemajuan dilihat dari banyaknya instansi-instansi swasta yang bergerak di bidang jasa pelayanan kesehatan masyarakat salah satunya RS Mitra Internasional.
·         Sebagai instansi swasta yang begerak di bidang kesehatan, hal utama yang diprioritaskan yaitu memberikan pelayanan maksimal yang berkaitan dengan kemanusiaan secara keseluruhan, agar pasien merasa puas.
·         Jika pasien terpuaskan kebutuhannya, maka pasien tersebut akan berfikir untuk kembali menggunakan pelayanan jasa tersebut dan menjaga hubungan baik dengan pihak RS. Dengan begitu dapat mendatangkan keuntungan finansial bagi pihak RS Mitra Internasional, karena gaji para karyawan rumah sakit tersebut berasal dari pasien, maka pihak rumah sakit harus memberikan pelayanan yang baik kepada pasien dengan melakukan tugasnya secara profesional.
Perumusan Masalah:
Bagaimana pengukuran tingkat kepuasan terhadap pelayanan Rumah Sakit Mitra Internasional?
Batasan Masalah:
Batasan masalah dalam penelitian ini adalah pada tingkat kepuasan konsumen/pasien terhadap pelayanan RS Mitra Internasional.
Tujuan Penelitian:
·         Untuk mengetahui bagaimana pelayanan yang diberikan RS Mitra Internasional.
·         Apakah konsumen/pasien puas terhadap pelayanan yang diberikan RS Mitra Internasional.
Metodologi Penelitian:
Data Penelitian:
Objek dalam penelitian ini adalah RS Mitra Internasional yang beralamat di Jln. Raya Jatinegara Timur No.85. Data yang didapat berdasarkan kuesioner, diambil dari (Johanes Suprapto) yang dibagikan terhadap 50 responden.
Variabel Penelitian:
Variabel yang diuji dalam penelitian ilmiah ini terdiri dari 5 dimensi yaitu:
1)    Kehandalan: Bagaimana ketepatan dan kecepatan dokter dan perawat dalam menangani pasien.
2)    Keresponsifan: Bagaimana kepekaan dokter dan perawat terhadap pasien rawat inap.
3)    Keyakinan: Bagaimana pengetahuan dan kemampuan dokter dan perawat dalam menangani pasien.
4)    Empati: Bagaimana kemampuan perawat dalam memahami pasien yang sakit.
5)    Berwujud: Bagaimana kualitas bangunan atau tempat, kualitas kamar, toilet, dan kenyamanannya.
Tahapan Penelitian:
Tahapan dalam melakukan penelitian ilmiah ini adalah sebagai berikut:
Riset Lapangan (Field Research)
·         Wawancara: teknik pengumpuln data yang dilakukan dengan cara tanya jawab kepada responden pada RS Mitra Internasional.
·         Kuesioner: menggunakan kuesioner yang disiapkan untuk wawancara dengan responden RS Mitra Internasional.
·         Observasi: dengan mendatangi RS Mitra Internasional untuk mendaptkan data yang diperlukan.
Model Penelitian:
Model penelitian ini adalah menggunakan Chi Square dan skala Likert.
Chi Square adalah alat analisis yang digunakan untuk menghitung perbandingan antara frekuensi observasi atau yang benar-benar terjadi (fo) dengan frekuensi harapan (fe) yang didasarkan pada hipotesis tertentu.
Rumus Chi Square:
X2 = S (fo-fe)2
fe
dimana : X2 : Chi Square hitung
fo  : frekuensi observasi.
fe  : frekuensi harapan.
H0    =      Pasien pada RS Mitra Internsional tidak puas terhadap pelaynan  yang  diberikan.
Ha    =    Pasien pada RS Mitra Internasional puas terhadap pelayanan yang   diberikan.
Untuk mencari fe digunakan rumus:
fe = Pr x Pc x n
dimana : Pr : Proporsi baris total
Pc : Proporsi kolom
n  : Jumlah data
Skala Likert adalah alat analisis yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau kelompok orang tertentu tentang fenomena sosial.
Rumus Skala Likert:
NIK =       Nilai Bobot : Kategori Penilaian
dimana: NIK: Nilai Indeks Kerja
Nilai Bobot: (Kategori Penilaian x Bobot masing-masing)
Hasil dan Kesimpulan:
Dari observasi 50 responden yang mencakup 15 pertanyaan dari 5 dimensi pelayanan yang diberikan RS Mitra Internasional kepada pasien, hasil yang di dapat dengan menggunakan Chi-Square dapat diketahui bahwa pelanggan merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh RS Mitra Internasional dari perhitungan yang di dapat X2 54,78643 lebih besar dari X2 table 21,0261 pada a = 10%.
Kesimpulannya RS Mitra Internasional telah melakukan pelayanan yang cukup baik sehingga pelanggan merasa puas terhadap pelayanan jasa yang diberikan oleh RS Mitra Internasional.
Referensi :